Aliefmedia, Meskipun kondisi daya beli masyarakat dinilai tengah menurun, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap menunjukkan optimisme tinggi dalam menghadapi bulan Ramadhan tahun ini. Berdasarkan survei platform komunitas UMKM, mayoritas pelaku usaha masih yakin mampu meraup keuntungan selama periode tersebut.
“Kami bikin polling dan (pelaku UMKM) masih optimis profit masih bisa ditingkatkan atau minimal bertahan gitu. Itu paling gede hasil polling-nya,” ujar Dewi Meisari Haryanti, salah satu pendiri dan penasihat platform komunitas UKMINDONESIA.ID.
Survei mandiri yang melibatkan 4.500 responden tersebut menunjukkan bahwa 3.200 responden, atau sekitar 71 persen, masih percaya diri dapat meningkatkan keuntungan pada Ramadhan tahun ini. Dewi menambahkan, sekitar 70 persen pelaku usaha merasa yakin dengan kemampuan mereka untuk menaikkan omset di tengah tantangan ekonomi yang ada.
Peluang Meningkatkan Penjualan Melalui Inovasi dan Digitalisasi
Para pelaku UMKM tak hanya berdiam diri, mereka juga berupaya menghadirkan inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen selama bulan Ramadhan. Selain itu, strategi pengiklanan digital juga semakin digencarkan guna meningkatkan penjualan. Beberapa pelaku usaha bahkan mencoba iklan CTWA (Click to WhatsApp Ads) untuk memperluas jangkauan pemasaran mereka.
“Mereka lihat dari repeat order-nya. Kalau dilihat dari tingkat repeat order-nya lumayan. Terus, mereka nyoba iklan, ada yang nyoba iklan CTWA juga. Itu ada beberapa,” jelas Dewi.
Tantangan Ekonomi: Penurunan Daya Beli Masyarakat
Di sisi lain, kondisi ekonomi nasional masih menghadapi tantangan. Menurut Achmad Nur Hidayat, ekonom dan pengamat kebijakan publik dari UPN Veteran Jakarta, angka deflasi Januari 2025 yang mencapai 0,76 persen mencerminkan adanya penurunan daya beli masyarakat.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa deflasi tersebut dipicu oleh diskon tarif listrik 50 persen bagi pelanggan rumah tangga dengan daya hingga 2.200 VA. Namun, Achmad menilai bahwa kondisi tersebut juga merupakan indikasi penurunan permintaan domestik.
“Analisis lebih dalam mengungkapkan bahwa meskipun faktor ini berkontribusi pada penurunan indeks harga konsumen, angka deflasi yang signifikan ini merupakan bukti nyata dari melemahnya daya beli masyarakat,” kata Achmad.
Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus menunjukkan tren penurunan sejak pertengahan 2024, menggambarkan kehati-hatian masyarakat dalam berbelanja. Inflasi tahunan juga turun dari 3,00 persen pada April 2024 menjadi hanya 2,12 persen pada Januari 2025, memperkuat sinyal melemahnya konsumsi rumah tangga.
Peluang dan Tantangan bagi UMKM di Tengah Penurunan Daya Beli
Meskipun situasi daya beli masyarakat saat ini cukup menantang, para pelaku UMKM tetap optimistis dalam meningkatkan keuntungan selama bulan Ramadhan. Melalui inovasi produk dan strategi digital marketing, peluang untuk menaikkan omset masih terbuka lebar. Namun, mereka tetap perlu beradaptasi dengan dinamika pasar domestik serta meningkatkan efisiensi usaha agar tetap bertahan di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.