Tambang Ilegal Galian C, LKR Akan Ajukan ke Meja Hukum

Gowa-Aliefmedia.id- Pertambangan Ilegal Galian C. Desa Tindang Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa Lembaga Klinik Hukum Rakyat akan perkarakan ke Meja Hukum , Kutip siaran pers sekertariat Jalan Hartaco Makassar Minggu (17/05/2022).

Kordiv KLR Saidina Al Jihad mengatakan “Bahwa Dugaan Tambang Ilegal Galian C ketiga Dusun Mandengen, Pakla’la, dan Tindang) Desa Tindang, Kecamatan Bontonompo, Selatan Kabupaten Gowa.

Dia bahwa berdasarkan hasil investigasi kami di lapangan, kegiatan tersebut kuat dugaan tidak mengantongi Izin pertambangan. Dan berpotensi adanya upaya perbuatan melawan hukum.

Bukan hanya itu, juga di sinyalir kegiatan tersebut dilakukan oleh pihak pengelola oknum inisial ( NB, OP, EP) yang sejauh ini penelusuran kami ” Ujarnya.

“Kegiatan tambang itu juga kami melihat berpotensi sangat merusak lingkungan yang Pasalnya Pengerukan Pasir terlalu dalam menggunakan excavator sehingga mempengaruhi keseimbangan struktur tanah yang berdampak merusak lahan pertanian warga sekitar.

Tak hanya itu, polusi pencemaran udara akibat sisa debu Mobil Truck Roda Empat yang melintas dari siang- malam hari olehnya itu Hal mesti menjadi perhatian serius Pemda Gowa terkhusus Dinas Terkait karena berhubungan Lingkungan Dan Kesehatan” Terangnya

Lanjut kata Saidina Al Jihad “Selain Dugaan Pelanggaran UUD (Pertambangan, Pengelolaan Lingkungan Hidup Dan Kesehatan) yang kami terangkan di atas, kami mencium adanya oknum melakukan Dugaan Tindak Pidana Pungutan Liar (PUNGLI) dengan motif memberikan jaminan keamanan pada pertambangan secara ilegal.

Menurutnya, bahwa ada sejumlah nama kami masih rahasiakan dan bagian yang tidak bisa di pisahkan, akan kami dorong Ke Meja Hukum karena kami berkesimpulan Dugaan pertambangan ilegal Galian (C) Desa Tindang Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa syarat akan pelanggaran dan persekongkolan jahat. Tegas Kordiv Klinik Hukum Rakyat Saidina Al Jihad.

Ketiga Titik Galian (C) mengeruk Pasir Dan Tanah di Dusun (Mandengen ,Pakla’la, Dan Tindang) Bontonompo Selatan yang sebelumnya pernah beroperasi namum sempat berhenti akibat sejumlah masyarakat terdampak menolak kegiatan pertambangan tersebut hingga nyaris terjadi bentrokan Masyarakat dengan pengelola Tambang,

Sejauh ini belum ada penanganan yang serius dari pihak Aparat Penegak Hukum Mapolsek Bontonompo.

Kapolsek Bontonompo serta Camat Bontonompo Selatan , Awak media ini mencoba mengklarifikasi namun enggang memberikan tanggapan hingga berita ini di terbitkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *