Bone  

Pembangunan Jalan Rabat Beton Paving Block Desa Mallahae , di Duga Jadi Ajang Korupsi dan Asal Jadi

Bone, Aliefmedia.id– Kurangnya pengawasan pembangunan jalan rabat beton, akses petani tambak dan nelayan yang berlokasi di Dusun Annasa, Desa Mallahae, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, perkerjaan tersebut, diduga terjadi penyimpangan kualitas dan kuantitas, belum lama dikerjakan sudah hancur.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Umum Lembaga Anti Korupsi Kriminal Indonesia (LAKKI). Andi Burhanuddin, menilai pekerjaan rabat beton tersebut tidak sesuai spesifikasi sehingga hasilnya tidak memuaskan, kepada awak media, Senin 27/5/2024.

Hasil pantauan di lapangan, diketahui pembangunan rabat beton di desa Mallahae tersebut didanai dari dana desa tahun anggaran 2023, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 68.734.700, volume 3,7X34 meter.

Ia mengatakan, pengerjaan rabat beton ini diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang sudah di tetapkan. Dari mulai volume dan tidak benarnya pengerjaannya, alias asal jadi.

“Kami menduga ada pengurangan kualitas mutu beton yang di gunakan untuk jalan tersebut, campuran beton tidak bagus, sehingga permukaan jalan mudah terkelupas. Hal itu terlihat jelas di lapangan, permukaan jalan banyak yang hancur dan terkelupas”, ucapnya.

“Hal ini tentunya akan berdampak terhadap menurunnya kualitas dan kuantitas hasil pekerjaan. Sehingga pekerjaan yang juga baru seumur jagung, buktinya sekarang sudah banyak yang hancur, kalau dikorek pakai tangan pun ada beberapa bagian yang gampang terkelupas”.

Menurut Andi Burhanuddin, pekerjaan rabat beton yang masih berumur seumur jagung, namun sudah rusak parah.

“kuat dugaan kontruksi tidak memenuhi spesifikasi teknis pekerjaan rabat beton, sebab meski baru seumur jagung rampung dikerjakan jalan tersebut, sudah rusak, alias hancur” diduga tidak sesuai ketebalan rabat beton, ujar Andi Burhanuddin.

Ditambahkan, selain pekerjaan rabat beton, pekerjaan paving block yang bersumber dari dana desa tahun anggaran 2023, di Dusun Tajjuru, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 78. 516. 000, volume 5,4X60 mete, bahan materialnya patut dipertanyakan.

“terlepas benar atau tidaknya nanti Aparat Penegak Hukum (APH) yang akan bertindak, kami Penggiat LSM, meminta pihak Kejari dan Inspektorat Kabupaten Bone, untuk mengaudit realisasi anggaran dana desa di Desa Mallahae secara terbuka agar terang benderang, sesuai Undang – Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Hingga tayangnya berita ini, Kepala Desa Mallahae, Kecamatan Kajuara belum dapat dimintai tanggapan. Redaksi/Andi Ampa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *