Bone  

Kepala Desa Kading di Duga Mark-Up Pembangunan Tugu Batas Desa Dusun Tengnge Kecamatan Barebbo

Bone, aliefmedia.id – Aparat Penegak Hukum (APH) Kejati Sulawesi Selatan, diminta segera mengusut dugaan

penggelembungan harga (mark-up) pembangunan tugu batas Desa Dusun Tengnge, Desa Kading, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP. Lembaga Anti Korupsi Kriminal Indonesia (LAKKI) Andi Abu Mappa, SE.,SH, kepada Aliefmdia.id, Sabtu (1/6/2024), adanya dugaan kasus penggelembungan harga pembangunan tugu batas desa Dusun Tengnge, yang disinyalir dilakukan oleh Kepala Desa Kading, Kecamatan Barebbo.

Dikatakan, “Ini tidak bisa dibiarkan, kejahatan kerah putih luar biasa, karena korupsi bukan hanya kejahatan yang merugikan uang negara, tetapi dapat berdampak pada seluruh program pembangunan”.

Tindak pidana korupsi merupakan salah satu bagian dari tindak pidana khusus, di samping mempunyai spesifikasi tertentu yang berbeda dengan tindak pidana umum. Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi merupakan aturan yang mempunyai sifat kekhususan, baik menyangkut Hukum Pidana Formal (Acara) maupun Materil (Substansi), ucapnya.

Kepala desa merupakan kepala penyelenggaraan pemerintahan desa yang mempunyai wewenang. Pengaturan kewenangan kepala desa dalam pengelolaan dana desa pada kegiatan pengadaan barang/jasa, diatur dalam Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pedoman Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa di Desa.

Pasalnya, pembangunan tugu batas Dusun Tengnge, Desa Kading, dianggarkan sebesar Rp 8. 491. 500, tahun anggaran 2019, ini tertera pada prassasti, yang sangat tidak masuk akal, pelaksanaan proyek pembangunan tugu yang diduga penuh kejanggalan dan patut di duga ada mark up harga.

“Lanjut ia menjelaskan, memang pembangunan tugu tersebut wajar disoroti tingginya harga patok tersebut dianggarkan sebesar Rp 8. 491. 500, anggaran yang pantastis, dengan dasar apa harga HPS tersebut”, terangnya.

Menurutnya, bahwa tugu batas desa Dusun Tengnge tersebut ukuran lebar plat tidak sampai 2 meter, begitupun tinggi plat , dan tidak menghabiskan 2 kubik pasir dan 10 zak semen.

Menurut hitungan saya, kita anggap saja tugu batas desa Dusun Tengnge, ukuran platnya 1 X 1 1/2 meter dengan harga sebesar Rp 1.000.000 (kita tambahkan dengan pajak, cat, dan tegel lainnya menjadi Rp. 3000.000/ Rp. 4.000.000),

Andi Abu Mappa meminta ke pihak berwenang, segera melakukan pemeriksaan terhadap proyek tugu tersebut untuk membuktikan transparansi dan kebenarannya.

Sementara itu, Kepala Desa Kading (Muh. Ashar L. SE) yang sempat dihubungi melalui WhatsApp guna untuk konfirmasi, belum dapat dihubungi, sampai berita ini diterbitkan. Redaksi/Asriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *