Bone  

Andi Sunil Mengecam Keras , Praktek Pungli Biaya Ambulans Gratis Desa Pattiro Kecamatan Dua Boccoe

Bone, aliefmedia.id – Puskesmas Dua Boccoe” diduga melakukan praktik pungutan liar (pungli). Dugaan tersebut terjadi dengan dalih biaya dalam hal pembelian bensin sebesar Rp 250.000, pengantaran pasien oleh bidan puskesmas dengan menggunakan mobil ambulance gratis Desa Pattiro, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Kejadian ini menimpa pasangan suami istri (pasutri) Andy dan Marni, seorang pasien yang akan melahirkan, yang hendak dirujuk dari Puskesmas Dua Boccoe ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Watampone.

Namun dua bayi tersebut meninggal dunia setelah dua malam mendapat penanganan medis, kenapa bukan layanan Puskesmas yang dipakai, itu jelas ada uang operasionalnya, harusnya Dinas Kesehatan memberikan respon, tapi nyatanya tidak ada, terkesan pembiaran, ungkap Andi Sunil kepada awak media, Senin 27/5/2024.

Biaya Ambulans gratis Desa Pattiro Kecamatan Dua Boccoe yang dimintakan biaya sebesar Rp 250.000 tersebut menimbulkan kekhawatiran besar dikalangan masyarakat Dua Boccoe, khususnya, terutama yang sedang mengalami sakit

Penggiat Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Komcab Kabupaten Bone. Andi Sunil, mengutuk tindakan yang dilakukan oleh oknum pihak Puskesmas Dua Boccoe yang diduga melakukan praktik pungutan liar.

Menurut Andi Sunil, hal ini sangat merugikan bagi masyarakat yang sedang dalam kondisi sakit, bahwa biaya ambulans seharusnya gratis, sebagaimana ketentuan ayat (1) Pasal 29 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional berupa Pelayanan Transportasi untuk kepentingan keselamatan pasien,

Andi Sunil mengecam keras praktik pungutan liar yang dilakukan oleh oknum Puskesmas Dua Boccoe, yang hanya menyusahkan masyarakat desa yang kurang mampu.

Ia mendesak aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan untuk mengusut tuntas permasalahan ini, kuat dugaan ini sudah sering terjadi di beberapa desa lain yang dilakukan oleh oknum tersebut.

Lanjut Andi Sunil, dengan kasus ini, diketahui bahwa pasien yang dirujuk dari Puskesmas Dua Boccoe ke RSUD Tenriawaru Watampone berasal dari keluarga yang kurang mampu, penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Hal ini menyebabkan terpaksa mengeluarkan biaya ambulans.

Kejadian ini menunjukkan perlunya tindakan cepat dari pihak terkait, baik itu pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, untuk menindak tegas praktik pungutan liar yang merugikan masyarakat.

Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk memberikan perlindungan dan pelayanan yang adil bagi seluruh warga masyarakat, terutama yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan, ucapnya.

Penggiat Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Komcab Kabupaten Bone. Andi Sunil, akan menindak lanjuti ke DPRD, dalam mengusut kasus dugaan pungli tersebut.

Pada prinsipnya, tenaga kami siap melayani persoalan warga yang menjadi korban praktik terlarang yang dilakukan oknum Puskesmas Dua Boccoe, terang Andi Sunil. Redaksi/Andi Ampa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *